Cara Mandiri Atasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Sebagian besar orang pasti pernah merasakan sensasi tenggorokan gatal dan batuk. Ini bisa terjadi saat Anda mengalami flu, radang tenggorokan, atau saat kelelahan atau setelah mengonsumsi makanan pedas. 

Kondisi gatal di tenggorokan sebenarnya tidak terlalu berbahaya dan bisa diatasi dengan mudah melalui konsumsi obat-obatan. Akan tetapi, kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan sampai mengganggu Anda untuk beraktivitas. 

Tenggorokan gatal terus-menerus bisa disebabkan oleh dehidrasi

Mengatasi tenggorokan gatal dan batuk di rumah

Agar penyembuhan menjadi lebih maksimal, Anda bisa mengombinasikan penggunaan obat-obatan dengan perawatan mandiri di rumah. Perawatan mandiri yang bisa Anda coba meliputi: 

  • Menggunakan humidifier

Humidifier merupakan pelembab ruangan yang mampu memfilter udara di ruangan agar menjadi lebih segar. Humidifier bisa mencegah ruangan menjadi terlalu kering, sehingga udara di sekitar Anda tetap lembab dan terbebas dari debu. 

Secara tidak langsung, udara yang lembab bisa membuat tenggorokan Anda juga menjadi lebih lembab. Karena, tenggorokan Anda masih berkaitan dengan saluran pernapasan, sehingga udara yang Anda hirup akan memberikan efek juga pada tenggorokan. 

Selain itu, humidifier akan mencegah lendir menjadi kering dan mengiritasi bagian belakang tenggorokan. Oleh sebab itu, humidifier menjadi upaya perawatan mandiri yang cocok untuk mengatasi tenggorokan gatal dan batuk. 

  • Berkumur dengan air garam

Salah satu cara lain yang bisa Anda lakukan adalah berkumur menggunakan larutan air garam. Ini merupakan cara yang sangat efektif apabila sakit tenggorokan yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. 

Gunakan air hangat dengan campuran ½ sendok teh garam. Kemudian, berkumurlah dengan air tersebut.

Garam memiliki peran dalam meredakan penumpukan lendir di tenggorokan yang menyebabkan rasa gatal dan batuk. Sementara, air hangat berfungsi untuk meredakan iritasi. 

  • Madu

Banyak penyanyi yang menggunakan madu untuk meredakan sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Anda pun bisa mengandalkan madu ketika merasakan tenggorokan gatal dan batuk. 

Anda hanya perlu menelan dua sendok teh madu alami. Penelitian telah membuktikan bahwa dua sendok teh madu bekerja dengan cara yang sama efektifnya seperti obat batuk biasa. 

Tapi, perlu diperhatikan, madu tidak boleh sembarangan diberikan pada anak-anak. Oleh sebab itu, madu sebaiknya hanya digunakan sebagai pereda sakit tenggorokan pada orang dewasa. 

  • Banyak minum air

Saat merasakan tenggorokan gatal dan batuk, Anda harus ingat untuk terus meningkatkan konsumsi air. Air berperan sangat penting dalam mempercepat penyembuhan radang tenggorokan. 

Terkadang, dehidrasi juga bisa membuat tenggorokan menjadi gatal. Jangan sampai, radang tenggorokan Anda menjadi semakin parah karena Anda kekurangan cairan. 

Sebaiknya hindari mengonsumsi minuman dingin selama radang. Sebaliknya, gantilah air dingin menjadi air hangat untuk membantu meredakan rasa gatal tersebut. 

  • Permen menthol

Permen mentol memiliki rasa yang unik karena memberikan sensasi pedas yang menusuk namun juga menyegarkan. Permen mentol umumnya terbuat dari bahan dasar daun mint yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan obat batuk.

Jika radang tenggorokan menimbulkan ketidaknyamanan, gunakanlah permen mentol untuk meredakan rasa sakit dan gatal sementara waktu. Namun, perlu diingat bahwa permen ini hanya bisa meredakan nyeri untuk sementara waktu, bukan menyembuhkan radang sepenuhnya. 

Apabila tenggorokan gatal dan batuk semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Konsumsilah obat antibiotik apabila ketidaknyamanan di tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Selain itu, pertimbangkan juga untuk menghindari pemicu alergi apabila radang disebabkan oleh reaksi alergi.

Cara Menghentikan Kedutan Mata Kanan Atas

Cara Menghentikan Kedutan Mata Kanan Atas

Kedutan mata kanan atas yang ringan dapat hilang sendiri. Tetapi bukan dari tanda dengan kondisi yang mendasarinya. Tetapi ada beberapa hal yang bisa Anda coba untuk menghentikannya. 

Kedutan kelopak mata ringan, atau myokymia kelopak mata, tersebar luas. Terjadinya kedutan ini bisa berasal dari kelelahan, stres, dan minum kopi. Apa yang bisa Anda lakukan dalam mengurangi faktor-faktor yang menjadi menjadi kelopak mata kedutan yaitu dengan.

Apa yang menyebabkan kelopak mata berkedut?

Beberapa penyebab umum adalah:

  • Alkohol, merokok, dan penyalahgunaan zat
  • Paparan cahaya terang
  • Konsumsi kafein berlebihan
  • Kelelahan
  • Menekankan
  • Kurang tidur
  • Polusi
  • Angin
  • Iritasi atau infeksi pada mata atau kelopak mata
  • Mata tegang karena membaca atau menggunakan komputer
  • Gangguan otak dan sistem saraf seperti Bell’s palsy, multiple sclerosis, Parkinson, Tourette, dll.
  • Efek samping obat tertentu

Meskipun kurang umum, kedutan mata terkadang merupakan tanda pertama dari gangguan gerakan kronis. Spasme hemifacial dapat disebabkan dari arteri kecil yang teriritasi pada saraf wajah. 

Kondisi lain yang terkadang termasuk kelopak mata berkedut sebagai tanda meliputi:

  • Blefaritis
  • Abrasi kornea
  • Mata kering
  • Sensitivitas cahaya
  • Uveitis

Sangat jarang, jika terjadi kedutan mata bisa jadi tanda gangguan pada otak maupun sistem saraf. Ketika itu, hampir selalu disertai dengan tanda dan gejala lain. Gangguan organ maupun sistem saraf bisa membuat terjadinya kedutan mata kanan atas di antaranya:

  • suara yang rendah
  • Distosia serviks
  • distonia
  • Sklerosis ganda
  • Distonia oromandibular dan distonia wajah
  • penyakit Parkinson
  • Sindrom Tourette

Terjadinya kedutan mata bisa jadi karena efek dari obat-obatan, terutama obat yang digunakan oleh orang yang memiliki penyakit parkinson. Kedutan mata bisa menjadi awal dari tanda gangguan gerakan kronis.

Bagaimana caranya agar mata saya berhenti berkedut?

  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Kurangi konsumsi alkohol, tembakau, dan kafein.
  • Air mata buatan atau tetes mata dapat membantu menjaga mata tetap terlumasi.
  • Berikan tekanan dengan telapak tangan atau gunakan kompres hangat.
  • Kadang-kadang, dokter mungkin menyarankan suntikan Botox ke kelopak mata atau operasi untuk menghentikan kejang.

Tips untuk menghentikan kedutan mata

Myokymia kelopak mata sering berhenti sendiri. Tetapi Anda bisa menghentikannya serta menguranginya dengan mencoba seperti berikut ini : 

  • Menggunakan kompres hangat: Anda bisa menggunakan kompres hangat serta dioleskan pada bagian kelopak mata. Hal ini bisa membuat kendur otot-otot pada area mata serta bisa menghentikan kedutan.
  • Mengurangi stres: Myokymia kelopak mata masih terkait dengan stres. maka bisa membantu mengurangi stres dengan bersantai setiap hari, mencoba hobi agar menghilangkan stres, melakukan manajemen stres dengan latihan pernapasan. 
  • Menghindari kafein: semua minuman yang mengandung kafein dapat memicu atau memperburuk kedutan kelopak mata. Lakukan bertahap mengurangi kafein atau tidak meminum kafein 
  • Cukup tidur: Cukup tidur pada waktu siang hari bisa mengatasi kedutan pada mata. Kemudian lakukan tidur yang cukup setiap hari, cara nya dengan mengatur jadwal tidur dan bangu secara teratur. Apabila Anda sulit untuk tidur coba untuk konsultasikan ke dokter atau profesional kesehatan untuk memberikan saran. 
  • Mengatasi mata kering: Mata yang kering, atau iritasi bisa membuat kelopak mata berkedut. Anda bisa menggunakan obat tetes mata sebagai pelembab agar membuat mata tidak kering.

Pencegahan kedutan mata kanan atas

Ada berbagai pemicu yang membuat kedutan mata kanan atas ringan yaitu terkait dengan gaya hidup, maka Anda bisa mencegahnya dengan mengubah berbagai rutinitas harian yaitu dengan : 

  • mereda untuk tidur lebih awal
  • tidur yang teratur
  • mempraktikkan kebersihan tidur
  • beralih ke minuman tanpa kafein
  • kurangi aktivitas yang membuat stres, contohnya terlalu sibuk bekerja
  • mencari psikolog untuk terapi kecemasan serta stres yang tinggi. 
  • menghindari merokok tembakau atau minum alkohol
  • apabila kedutan mata sering terjadi, sebaiknya coba untuk Anda cacat terjadinya hingga pemicunya. Hal ini bisa memberikan identifikasi dari penyebabnya. 

Sedangkan, apa yang terjadi pada kedutan mata ini mengganggu serta tidak terkait dengan kebiasaan keseharian Anda, maka dokter akan memberikan perawatan untuk mencegahnya dan mengobatinya.

Kapan harus menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter mata jika terjadi seperti dibawah ini : 

  • kedutan yang terjadi terus menerus hingga beberapa minggu 
  • kedutan parah yang memengaruhi penglihatan
  • kelopak mata tertutup secara spontan
  • berkedut di bagian wajah lainnya
  • mata sering kering
  • terdapat gejala baru yang lainnya, seperti menunjukkan kondisi yang mendasarinya.

Hobi Mengunyah Es Batu atau Pagophagia, Amankah?

Hobi Mengunyah Es Batu atau Pagophagia, Amankah?

Cara untuk mengetahui apakah kebiasaan tersebut hal yang wajar atau tidak bisa di lihat dari beberapa faktor seperti, frekuensi, intensitas, dan kondisi bagaimanakah yang muncul. Hobi mengunyah es atau pagophagia ini bisa berhubungan dengan adanya masalah pada kondisi mental seseorang. 

Gejala paling utama yang mendasari pagophagia adalah konsumsi yang terjadi atas adanya dorongan kuat untuk menginginkan konsumsi es batu secara konstan. Tidak ada alasan pasti penyebab terjadinya pagophagia, akan tetapi pagophagia berkaitan dengan kurangnya nutrisi tubuh. Dengan memenuhi kekurangan nutrisi pada tubuh inilah, salah satu cara untuk mengurangi gejala pagophagia

Pagophagia sebenarnya dikenal sebagai kondisi pica. Dalam medis, pica berarti kelainan akan keinginan untuk memakan sesuatu yang tidak ada kandungan zatnya. Kebiasaan mengunyah es secara kompulsif merupakan pica yang disebut pagophagia. Nah, pagophagia ini bisa berdampak buruk bagi tubuh, beberapa dampaknya, seperti berikut :

1. Terjadinya pengikisan gigi

Mengunyah es secara kompulsif dapat membahayakan kesehatan gigi. Gigi tidaklah diperuntukkan untuk terus menerus mengunyah yang keras dan dingin seperti es batu. Jika pagophagia terus dilakukan, maka akan merusak bagian terkeras gigi (enamel gigi). Semakin lama, akan mengikis enamel gigi dan gigi pun akan terasa menjadi sangat sensitif. Risiko substansial juga dapat terjadi.

2. Pertanda tubuh kekurangan zat besi

Mayoritas orang yang mengalami pagophagia ternyata mengalami anemia. Menurut hasil penelitian terdapat sebanyak 81 persen penderita anemia mengalami kondisi pagophagia. Orang yang mengalami anemia, dan senang mengunyah es batu dikarenakan mengunyah es batu dapat memberikan oksigen tambahan di otak serta memberikan perasaan waspada yang lebih besar dari biasanya. 

Gejala anemia ini biasanya disertai juga dengan rasa kelelahan dan sesak napas. Jika mengalami gejala ini disertai dengan keinginan kompulsif untuk mengunyah es batu, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakannya. Jika hal ini hanya karena defisiensi zat besi saja, makan akan lebih mudah diagnosis dan pengobatannya. Namun, bila terdeteksi mengalami pica, maka diperlukan pengobatan yang lebih rumit bahkan kemungkinan dibutuhkan terapi tertentu. 

Hal-hal yang biasanya terjadi pada pagophagia :

  • Ibu hamil sangat mungkin bisa mengalami pagophagia. Biasanya, tanpa sadar ibu hamil melakukan hal ini. Paling sering terjadi pada saat ibu hamil memasuki periode pertama kehamilan dan semakin lama bisa menghilang menjelang akhir-akhir kehamilan. 
  • Kebiasaan mengunyah es seringkali menyerang orang pada masa akhir remaja atau pada awal memasuki usia dewasa, maupun usia anak-anak.
  • Pagophagia bisa menjadi tanda adanya gejala stres seseorang. Biasanya mereka yang sedang berada di saat bawah tekanan. Mengunyah es batu sebagai pelampiasan akan stres yang sedang melanda.
  • Pagophagia bisa menjadi tanda adanya defisiensi zat besi (anemia) yang mungkin sedang diderita. Bisa diikuti dengan munculnya rasa pusing, letih, lesu, tangan dingin, kehilangan selera makan, kulit pucat, atau rasa sakit di dada.

Tidak sepenuhnya mengunyah es batu adalah hal yang buruk bagi tubuh, jika dengan frekuensi dan intensitas yang terkontrol, mengunyah es batu ini bisa menjadi dampak yang baik. Ketika suhu dingin dari es batu menyentuh wajah, akan terjadi penyempitan pembuluh darah tepi yang kemudian aliran darah ke otak akan meningkat, sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kinerja otak. 

Namun, jika mengonsumsi es batu ini secara berlebihan, kompulsif, dan tidak terkontrol berdasarkan frekuensi dan intensitasnya. Maka, bisa sangat mungkin berdampak tidak baik bagi tubuh seperti, dapat merusak gusi, membuat gigi terkikis, dan juga merusak tambalan yang ada pada gigi. Selain itu, bisa pula menyebabkan gangguan sendi rahang maupun adanya nyeri pada otot rahang, dan paling parahnya bisa berisiko pada kerusakan jantung, akibat dari adanya defisiensi zat besi.

Bagaimanakah Menangani Kondisi Kaki Rata?

Bagaimanakah Menangani Kondisi Kaki Rata?

Kaki rata atau flat foot adalah kondisi di mana lengkungan yang seharusnya terdapat di telapak kaki, menjadi rata. Pada bayi atau balita, kondisi ini tergolong normal karena tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Namun pada anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya kelainan pada tulang atau jaringan tendon kaki, jaringan yang menempelkan otot ke tulang.

Penyakit ini ditandai dengan hilangnya lengkungan pada telapak kaki, sehingga seluruh bagian pada telapak kaki dapat menyentuh lantai ketika berdiri. Kaki rata pada awalnya masih bersifat elastis, yang berarti lengkungan masih dapat terlihat ketika pasien berjinjit. Namun seiring bertambahnya usia, kondisi dapat makin memburuk, terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kaki rata yang memburuk dapat menjadi kaku sepenuhnya, dan lengkungan tidak lagi terlihat meski ketika berjinjit.

Gejala kaki rata

Pada kasus tertentu, penderita kaki rata juga merasakan gejala lain, seperti ini.

  • Nyeri, terutama pada area lengkungan atau tumit
  • Pergerakan terganggu, seperti sulit berdiri dengan menumpu pada jari kaki
  • Pembengkakan pada bagian bawah kaki
  • Kaki mudah pegal
  • Gatal

Pengobatan kaki rata dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkatan kondisinya. Jika ringan, perawatan dapat dilakukan dengan hal berikut ini.

  • Beristirahat dan menempelkan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
  • Pemberian obat antinyeri atau suntikan kortikosteroid
  • Terapi fisik
  • Latihan peregangan
  • Menggunakan alat, seperti sepatu khusus, penyangga (brace), atau cast

Jika kerusakan kaki tergolong parah dan disertai dengan rasa nyeri berat, operasi dapat menjadi pilihan. Beberapa prosedur yang menjadi pilihan antara lain.

  • Mengangkat pertumbuhan tulang (spur)
  • Fusi tulang kaki (arthrodesis)
  • Mengubah bentuk tulang
  • Membersihkan selaput tendon

Penanganan hanya diperlukan jika kondisi ini menimbulkan gangguan, seperti rasa nyeri. Metode penanganannya pun berbeda-beda pada tiap pasien, harus disesuaikan dengan penyebab yang menyertai.

Bila diperlukan, terdapat 3 metode yang dilakukan untuk menangani kaki rata, yakni

  1. Fisioterapi. Program fisioterapi yang dapat dilakukan adalah latihan peregangan atau pemberian alat khusus berupa sol atau sepatu khusus. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter program yang sesuai dengan kondisi yang dialami.
  1. Obat-obatan. Obat hanya diberikan pada kondisi tertentu, misalnya kondisi yang diderita disebabkan oleh rheumatoid arthritis. Dokter dapat memberikan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, yang berfungsi untuk meredakan nyeri akibat peradangan yang ada.
  1. Operasi. Operasi juga dilakukan atas pertimbangan khusus, misalnya ketika kaki rata disebabkan oleh tendon yang robek atau patah tulang. Maka, operasi dilakukan untuk menangani penyebab kondisi tersebut.

Pasien juga dapat melakukan perawatan mandiri guna mencegah atau mengendalikan rasa nyeri yang timbul. Di antaranya adalah

  • Gunakan sepatu atau alas kaki yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan bentuk kaki.
  • Beristirahat dan kompres kaki dengan es. Bila perlu, minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol, ketika nyeri muncul.
  • Lakukan peregangan. Tanyakan kepada dokter atau terapis mengenai peregangan yang dapat dilakukan sebelum kegiatan.
  • Atasi kondisi kesehatan yang dapat memperburuk kondisi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas.
  • Hindari aktivitas yang memberikan beban berlebih pada kaki, seperti berlari.
  • Sebisa mungkin hindari olahraga yang terlalu membebani kaki, seperti bola basket, sepak bola, hoki, atau tenis.

Bila tidak ditangani, penyaki ini akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti ini.

  • Tendinitis achilles
  • Arthritis pada kaki atau mata kaki
  • Plantar fasciitis
  • Nyeri di bagian mata kaki, lutut, dan pinggul

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kaki rata. Namun, jika kondisinya tidak kunjung membaik, segera periksa ke dokter. Anda dapat berkonsultasi dan melakukan pengobatan melalui SehatQ.