Bagaimana Prosedur Rapid Serologi?

Bagaimana prosedur rapid serologi? Rapid serologi adalah salah satu tes yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya virus COVID-19.

Selain rapid serologi, Anda tentunya sudah familiar dengan jenis-jenis tes sejenis. Beberapa diantaranya ada tes genos, rapid test antigen, dan PCR.

Rapid serologi adalah jenis tes yang dilakukan untuk mencari antibodi dalam darah. Jadi, tes ini menggunakan darah untuk mendeteksi antibodi yang dapat digunakan untuk mendiagnosis apakah orang tersebut pernah mengalami atau sedang terkena infeksi tertentu.

Jadi, bagaimana prosedur rapid serologi?

Mengetahui Jenis-Jenis Rapid Serologi

Ada banyak jenis antibodi yang membuat cara mendeteksinya pun beragam. Ada tiga cara umum untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah, yaitu.

  • Uji aglutinasi, berguna untuk menentukan penggumpalan partikel dalam darah yang disebabkan antibodi yang terpapar antigen
  • Tes presipitasi, berguna untuk mengukur antigen pada cairan tubuh
  • Tes western blot, berguna untuk mengidentifikasi antibodi antimikroba yang ada pada darah

Prosedur Rapid Serologi

Rapid serologi menggunakan sampel darah yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk diidentifikasi. 

Prosedur pelaksanaannya sederhana, Anda cukup mengikuti arahan dokter. Dokter akan memasukan jarum ke pembuluh darah agar darah bisa diambil lalu diperiksa.

Anda bisa menunggu hasil pemeriksaan tersebut 1-2 jam setelahnya.

Membaca Hasil Rapid Serologi

Tes ini memiliki dua pilihan hasil, yaitu normal dan abnormal. Hasil normal menunjukan bahwa Anda tidak memiliki infeksi penyakit sehingga tidak menemukan antibodi pada darah.

Untuk hasil abnormal, tandanya ada antibodi dalam darah dikarenakan paparan antigen tertentu.

Hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara detail oleh dokter. Akan ada rekomendasi penanganan yang diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan jenis antibodi yang ada pada darah.

Tapi, secara umum dokter akan memberikan resep antibiotik yang berfungsi untuk melawan infeksi dari penyakit.

Apa Perbedaan Rapid Serologi dan Rapid Test?

Rapid serologi memiliki prosedur yang hampir sama seperti rapid test, yaitu dengan menggunakan sampel darah. 

Keduanya sama-sama  pemeriksaan berbasis darah untuk mengidentifikasi paparan patogen. Keduanya juga digunakan untuk melihat respon antibodi atau kekebalan pada tubuh.  

Untuk perbedaanya, berikut beberapa perbedaan yang bisa Anda ketahui.

  • Rapid test dapat dilakukan sendiri, sementara rapid serologi harus dilakukan  di laboratorium
  • Hasil rapid test terbaca secara kualitatif yang ditunjukan melalui pilihan reaktif/non reaktif saja. Sementara rapid serologi bisa membaca hasil secara kuantitatif, lengkap dengan hasil jumlah titer antibodi dalam darah
  • Sensitivitas hasil rapid test mencapai 40-100 persen. Sementara rapid serologi mencapai 100 persen

Kelebihan Rapid Serologi

Tes rapid satu ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya sebagai berikut,

  • Pengerjaan tes dan deteksinya dilakukan oleh instrumen robotik atau alat di laboratorium
  • Meminimalisir human error 
  • Tingkat sensitivitas mencapai 100 persen
  • Tingkat spesifisitas lebih dari 99,81 persen
  • Tanpa gangguan atau reaksi silang dari virus flu biasa atau virus selain SARS-CoV-2
  • Waktu pengerjaan relatif lebih cepat, dengan akurasi yang baik

Penyakit-penyakit yang Dideteksi

Selain COVID-19, terdapat beberapa penyakit lain yang bisa didiagnosis  oleh rapid serologi. Beberapa diantaranya adalah HIV, sifilis, rubella, brucellosis, amebiasis, infeksi jamur, dan measles.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana prosedur rapid serologi. Semoga penjelasan ini membantu memberikan informasi mengenai rapid serologi yang lebih mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *