Hobi Mengunyah Es Batu atau Pagophagia, Amankah?

Hobi Mengunyah Es Batu atau Pagophagia, Amankah?

Cara untuk mengetahui apakah kebiasaan tersebut hal yang wajar atau tidak bisa di lihat dari beberapa faktor seperti, frekuensi, intensitas, dan kondisi bagaimanakah yang muncul. Hobi mengunyah es atau pagophagia ini bisa berhubungan dengan adanya masalah pada kondisi mental seseorang. 

Gejala paling utama yang mendasari pagophagia adalah konsumsi yang terjadi atas adanya dorongan kuat untuk menginginkan konsumsi es batu secara konstan. Tidak ada alasan pasti penyebab terjadinya pagophagia, akan tetapi pagophagia berkaitan dengan kurangnya nutrisi tubuh. Dengan memenuhi kekurangan nutrisi pada tubuh inilah, salah satu cara untuk mengurangi gejala pagophagia

Pagophagia sebenarnya dikenal sebagai kondisi pica. Dalam medis, pica berarti kelainan akan keinginan untuk memakan sesuatu yang tidak ada kandungan zatnya. Kebiasaan mengunyah es secara kompulsif merupakan pica yang disebut pagophagia. Nah, pagophagia ini bisa berdampak buruk bagi tubuh, beberapa dampaknya, seperti berikut :

1. Terjadinya pengikisan gigi

Mengunyah es secara kompulsif dapat membahayakan kesehatan gigi. Gigi tidaklah diperuntukkan untuk terus menerus mengunyah yang keras dan dingin seperti es batu. Jika pagophagia terus dilakukan, maka akan merusak bagian terkeras gigi (enamel gigi). Semakin lama, akan mengikis enamel gigi dan gigi pun akan terasa menjadi sangat sensitif. Risiko substansial juga dapat terjadi.

2. Pertanda tubuh kekurangan zat besi

Mayoritas orang yang mengalami pagophagia ternyata mengalami anemia. Menurut hasil penelitian terdapat sebanyak 81 persen penderita anemia mengalami kondisi pagophagia. Orang yang mengalami anemia, dan senang mengunyah es batu dikarenakan mengunyah es batu dapat memberikan oksigen tambahan di otak serta memberikan perasaan waspada yang lebih besar dari biasanya. 

Gejala anemia ini biasanya disertai juga dengan rasa kelelahan dan sesak napas. Jika mengalami gejala ini disertai dengan keinginan kompulsif untuk mengunyah es batu, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakannya. Jika hal ini hanya karena defisiensi zat besi saja, makan akan lebih mudah diagnosis dan pengobatannya. Namun, bila terdeteksi mengalami pica, maka diperlukan pengobatan yang lebih rumit bahkan kemungkinan dibutuhkan terapi tertentu. 

Hal-hal yang biasanya terjadi pada pagophagia :

  • Ibu hamil sangat mungkin bisa mengalami pagophagia. Biasanya, tanpa sadar ibu hamil melakukan hal ini. Paling sering terjadi pada saat ibu hamil memasuki periode pertama kehamilan dan semakin lama bisa menghilang menjelang akhir-akhir kehamilan. 
  • Kebiasaan mengunyah es seringkali menyerang orang pada masa akhir remaja atau pada awal memasuki usia dewasa, maupun usia anak-anak.
  • Pagophagia bisa menjadi tanda adanya gejala stres seseorang. Biasanya mereka yang sedang berada di saat bawah tekanan. Mengunyah es batu sebagai pelampiasan akan stres yang sedang melanda.
  • Pagophagia bisa menjadi tanda adanya defisiensi zat besi (anemia) yang mungkin sedang diderita. Bisa diikuti dengan munculnya rasa pusing, letih, lesu, tangan dingin, kehilangan selera makan, kulit pucat, atau rasa sakit di dada.

Tidak sepenuhnya mengunyah es batu adalah hal yang buruk bagi tubuh, jika dengan frekuensi dan intensitas yang terkontrol, mengunyah es batu ini bisa menjadi dampak yang baik. Ketika suhu dingin dari es batu menyentuh wajah, akan terjadi penyempitan pembuluh darah tepi yang kemudian aliran darah ke otak akan meningkat, sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kinerja otak. 

Namun, jika mengonsumsi es batu ini secara berlebihan, kompulsif, dan tidak terkontrol berdasarkan frekuensi dan intensitasnya. Maka, bisa sangat mungkin berdampak tidak baik bagi tubuh seperti, dapat merusak gusi, membuat gigi terkikis, dan juga merusak tambalan yang ada pada gigi. Selain itu, bisa pula menyebabkan gangguan sendi rahang maupun adanya nyeri pada otot rahang, dan paling parahnya bisa berisiko pada kerusakan jantung, akibat dari adanya defisiensi zat besi.