Pahami Penanganan dan Obat Bronkitis Ini!

Bronkitis biasanya dipicu oleh kondisi flu maupun pilek yang tidak tertangani dengan tepat sehingga menyebabkan peradangan di saluran bronkial. Gejala bronkitis sendiri tidak ubahnya seperti penyakit saluran pernapasan lainnya, di mana Anda akan mudah mengalami batuk berdahak, nyeri otot, sampai sesak napas. 

Anda mungkin akan pergi ke dokter untuk segera meminta obat bronkitis agar kondisi cepat pulih. Namun, tahukah Anda sebenarnya bronkitis bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 3 minggu? Kalaupun Anda pergi ke dokter, obat bronkitis yang diresepkan kepada Anda bukanlah obat khusus penyakit pernapasan yang satu ini, melainkan obat yang diberikan sesuai gejala yang Anda rasakan. 

Jadi sebenarnya, apa saja penanganan dan obat bronkitis yang tepat dan bisa Anda terapkan ketika mengalami jenis penyakit yang satu ini? Berikut adalah beberapa cara yang bisa langsung Anda praktikkan untuk mengurangi gejala bronkitis, sekaligus membuat kondisi tubuh pulih kembali dengan cepat. 

Minum Banyak Air 

Tidak usah pusing-pusing mencari cara penanganan bronkitis yang paling tepat. Tidak jarang hanya memperbanyak asupan air putih bisa membuat peradangan di tubuh menjadi hilang, tidak terkecuali peradangan di saluran bronkial Anda. Jadi, sangat disarankan bagi Anda yang mengalami bronkitis untuk minum air lebih banyak. Setidaknya dalam sehari, Anda mengonsumsi air di atas 3 liter. 

Keluarkan Lendir dengan Obat Batuk 

Obat bronkitis yang paling sering diresepkan para dokter tidak lain adalah obat batuk. Pasalnya, batuk kerap menjadi gejala bronkitis yang paling menyiksa dan membuat Anda tidak bisa beristirahat. Obat batuk yang mampu menekan dan mengencerkan lendir biasanya akan diberikan kepada Anda guna membuat dahak lebih cepat keluar dan infeksi virus di saluran bronkial yang membuat peradangan bisa segera lenyap. 

Penggunaan Obat Jenis Bronkodilator 

Salah satu gejala bronkitis yang paling tidak diharapkan adalah sesak napas. Untuk mengantisipasi atau menangani hal ini, dokter akan memberikan Anda obat bronkitis berjenis bronkodilator. Jenis obat inhalasi ini akan membantu membuka saluran pernapasan Anda. Bronkolidilator juga dapat menjaga otot-otot di saluran pernapasan tidak ikut menegang sehingga Anda bisa bernapas lebih lega, meskipun peradangan di saluran bronkial masih terjadi. 

Kurangi Sakit dengan Pereda Nyeri 

Sering mengeluhkan nyeri otot ketika sedang mengalami bronkitis? Hal ini wajar karena adanya peradangan di saluran bronkial akan mengurangi pasoka oksigen ke seluruh tubuh, tidak terkecuali ke otot-otot Anda. Hal inilah yang membuat Anda merasa nyeri otot di sekujur badan. Jika Anda mengeluhkan nyeri otot kepada dokter, biasanya obat pereda nyeri, seperti ibuprofen maupun aspirin, akan diresepkan untuk Anda. 

Pertimbangkan Obat Anti Inflamasi 

Tidak jarang dokter akan mempertimbangkan obat bronkitis berjenis obat anti inflamasi. Golongan obat kortikosteroid pun acapkali menjadi pilihan. Pemberian obat anti inflamasi ini ditujukan agar pembengkakan di saluran bronkial cepat usai, sekaligus membantu pengeluaran lendir yang ada di saluran tersebut. Hanya saja, tidak semua pasien bronkitis diresepkan obat ini dengan menimbang efek sampingnya. Pasalnya, jenis obat ini tidak jarang menghadirkan beragam efek samping, seperti sulit tidu sampai risiko osteoporosis. 

Pakai Humidifier di Kamar 

Membuat udara di ruangan lebih lembap akan membantu Anda bernapas lebih baik. Karena alasan inilah, tidak jarang dokter akan menyarankan Anda memasang humidifier di kamar. Harapannya, udara ruangan yang tidak kering akan membuat pernapasan Anda lebih lega sehingga Anda bisa tidur lebih nyenyak untuk meningkatkan imunitas tubuh guna melawan infeksi virus di saluran bronkial. 

Istirahat Lebih Panjang 

Penanganan bronkitis yang tidak boleh diabaikan adalah istirahat lebih banyak, khususnya pada malam hari. Jika biasanya Anda hanya tidur malam sekitar 5 jam, cobalah untuk tidur 7—9 jam selama Anda masih mengidap bronkitis. Ini akan membuat kekebalan tubuh Anda meningkat sehingga peradangan di saluran bronkial bisa lekas menghilang. 

Jadi, tidak usah kaget jika tiba-tiba Anda tidak diresepkan obat bronkitis apapun ketika berkonsultasi ke dokter mengenai peradangan di saluran bronkial yang Anda alami. Bisa jadi dokter melihat gejala yang Anda rasakan tidak memaksa harus mengonsumsi obat. Asupan cairan yang cukup dan istirahat menjadi penanganan yang lebih dianjurkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *