Mengapa Hufadon Domperidone Tidak Boleh Dikonsumsi Jangka Panjang?

Hufadon suspensi adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi rasa mual dan muntah akut karena mengandung Domperidone sebagai zat aktif utamanya. Kandungan domperidone ini bekerja dengan mempercepat pergerakan saluran pencernaan, sehingga makanan di dalam perut akan lebih cepat ke usus dan mengatasi rasa mual.

Maka dari itu, selain mengatasi rasa mual dan muntah, domperidone juga dapat digunakan sebagai obat gangguan pencernaan, seperti gastroparesis (gangguan pada otot lambung yang menyebabkan gerakan untuk mendorong makanan ke usus menjadi lambat). Namun dalam penggunaannya, Hufadon Suspensi dilabeli sebagai obat keras dan tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Bagi anak-anak, obat ini hanya digunakan untuk mengurangi rasa mual dan muntah pasca kemoterapi kanker dan radioterapi.

Hufadon suspensi adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah akut

Lalu, mengapa tidak disarankan mengonsumsi Hufadon suspensi dalam jangka panjang?

Walaupun zat domperidone dikategorikan sebagai jenis antibiotik atau anti mual, namun dalam pemakaian hufadon domperidone tidak disarankan dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini bisa memberikan efek samping yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.

Penyebaran obat dengan kandungan domperidone sendiri sudah dibatasi oleh FDA (Food and Drug Administration) sejak tahun 2004, dikarenakan banyaknya efek samping yang mungkin terjadi. Berikut beberapa efek samping yang bisa dirasakan bila dikonsumsi secara terus menerus. 

  1. Meningkatnya kadar prolaktin

Bila menggunakan domperidone dalam jangka waktu yang panjang, dapat meningkatkan kadar prolaktin di dalam tubuh, dan bisa terus bertambah walaupun domperidone sudah dihentikan. Penelitian menunjukkan bahwa sepertiga keganasan pada payudara dapat berhubungan dengan meningkatnya kadar prolaktin. Sehingga, penggunaan domperidone ini tidak disarankan bagi pengidap yang mempunyai riwayat keganasan payudara. 

Selain itu, adanya peningkatan kadar prolaktin dalam tubuh memberikan efek samping berupa galaktorea, ginekomastia, hingga penurunan libido.

  1. Risiko kematian gangguan jantung

Alasan lain mengapa domperidone hanya boleh digunakan dalam jangka waktu pendek dengan dosis minimal adalah meminimalisir adanya efek samping yang berisiko pada jantung. Kandungan domperidone dapat meningkatkan risiko kematian mendadak akibat adanya gangguan jantung. 

Angka kematian sangat meningkat sekitar 4 kematian pada 1.000 orang dibandingkan dengan seseorang yang tak konsumsi domperidone. Angka kematian itu meningkat pada pasien dengan usia di atas 60 tahun dan memiliki gangguan jantung serta diabetes. Maka dari itu, penggunaan obat yang mengandung zat aktif domperidone tidak disarankan dalam jangka waktu panjang dan tidak dikonsumsi oleh pasien dengan usia tua dan memiliki riwayat penyakit jantung.

  1. Mengganggu sistem tubuh lainnya

Selain memberikan efek samping pada peningkatan kadar prolaktin dan gangguan jantung, penggunaan domperidone juga bisa menimbulkan gangguan sistem lainnya, seperti:

  • Gangguan psikiatri (agitasi dan nervousness). Agitasi merupakan perasaan gelisah, jengkel, dan marah. Sedangkan nervousness adalah gangguan rasa gugup yang berlebih.
  • Reaksi anafilaktik, yakni syok yang disebabkan oleh reaksi alergi berat sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah secara drastis.
  • Gangguan ekstrapiramidal adalah suatu gangguan yang terjadi pada otak. Menoedema, yakni pembengkakan lapisan dalam kulit akibat reaksi alergi.
  • Gangguan lainnya, yakni kejang, nyeri kepala, diare, mulut kering, dll.
  • Jadi, Anda sudah mengetahui mengapa penggunaan Hufadon Domperidone tidak dapat digunakan secara jangka panjang karena akan memberikan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikan dan meminta resep dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini. gakibatkan penderita akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak disadari dan sulit dikendalikan.
  • Angi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *