Efek Samping dan Perhatian Khusus Penggunaan Obat Tera F

Tera F tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu disertai batuk

Efek samping dan perhatian khusus penggunaan obat Tera F. Tera F merupakan obat yang dapat mengobati gejala-gejala flu seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat dan bersin disertai batuk.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas, sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan resep dokter. 

Meski begitu, tetap perhatikan dosis penggunaan dan aturan pemakaian yang tertera pada kemasan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat.

Hal ini dikarenakan obat Tera F memiliki efek samping dan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus, layaknya obat-obatan pada umumnya.

Kandungan Tera F

Tera F memiliki beberapa kandungan zat aktif yang membuatnya bisa mengobati gejala flu, berikut penjelasannya.

  • Paracetamol 650 mg, obat yang digunakan sebagai pereda nyeri (analgesic) dan penurun demam (antipiretik).
  • Phenylpropanolamine 15 mg, obat yang digunakan sebagai agen anorectic, nasal dekongestan, dan stimulan.
  • Chlorpheniramine maleate 2 mg, obat ini dapat mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.
  • Glyceryl guaiacolate 50 mg, obat yang dapat berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan, khususnya pada infeksi saluran pernafasan akut. Sehingga, dahak akan mudah keluar dari jalan nafas lewat mekanisme batuk.

Efek Samping Tera F

Secara umum, obat ini sebenarnya bisa diterima baik oleh sebagian besar orang selama sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Meski begitu, obat ini memiliki beberapa efek samping yang mungkin terjadi, berikut ini diantaranya.

  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Gangguan pada kandung kemih
  • Jantung berdebar-debar
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardia
  • Aritmia
  • Mulut kering
  • Kerusakan hati, khususnya untuk penggunaan dosis besar dan jangka panjang 
  • Pendarahan lambung, untuk penggunaan dosis yang lebih tinggi
  • Kerusakan ginjal hingga gagal ginjal aku, untuk penggunaan jangka panjang

Perhatian Khusus

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan Tera F.

  • Pemakaian obat harus dihentikan jika terdapat gejala awal reaksi alergi seperti gatal, ruam, demam, sakit tenggorokan, pucat, dan tanda lainnya yang muncul. Apabila diteruskan bisa berakibat fatal.
  • Gunakan secara hati-hati pada pasien penderita asma.
  • Konsultasikan lebih dulu jika sedang dalam kondisi menyusui, karena bisa berefek pada ASI.
  • Penggunaan obat yang mengandung paracetamol oleh ibu hamil harus dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter.
  • Potensi kerusakan hati yang tinggi bagi pengonsumsi alkohol, khususnya pada pemakaian jangka panjang dan dosis tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat ini bagi yang memiliki risiko terkena hipertensi atau stroke.
  • Hati-hati menggunakan obat ini bagi penderita disfungsi ginjal, hati, glaukoma, hipertrofi, prostat, penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi, dan hipertiroid.
  • Hati-hati menggunakan obat ini bagi yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, pseudoefedrin, dan fenilefrin. 
  • Interaksi obat dengan metoclopramide, carbamazepine, antikoagulan warfarin, obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, kolestiramin dan lixisenatide.

Itu tadi informasi soal efek samping dan perhatian khusus penggunaan obat Tera F. Dalam pemilihan obat, tentu manfaatnya harus lebih besar ketimbang risikonya. Oleh karena itu, penggunaan obat ini sebaiknya digunakan sesuai dengan aturan yang dianjurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *