Apa Sajakah Makanan Bayi 11 Bulan?

Apa Sajakah Makanan Bayi 11 Bulan?

Makanan untuk bayi 11 bulan harus memenuhi standar gizi yang dibutuhkan. Sebab pada usia ini, bayi mulai belajar merangkak,  berdiri, dan makan sendiri sehingga membutuhkan berbagai macam nutrisi penting yang mudah dikonsumsi, untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Pada usia 11 bulan, bayi memerlukan sekitar 750 – 900 kalori per hari. Asupan kalori yang dibutuhkan bayi usia ini sebagian besar berasal dari  air susu ibu (ASI) ataupun susu formula. Selain susu, bayi usia 11 bulan sudah bisa diberikan makanan padat untuk memenuhi kebutuhan kalorinya.

Pada usia ini, indra perasa bayi sudah mulai berkembang, sehingga dapat diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan yang memiliki cita rasa berbeda. Namun jangan lupa untuk memerhatikan kandungan gizinya. Anda dapat memberikan makanan pokok sebagai sumber kalori utama, sayur dan buah sebagai sumber vitamin, dan lauk pauk sebagai sumber protein.

Berbagai jenis makanan bayi 11 bulan yang bergizi dan bisa Anda berikan, termasuk sereal gandum utuh, buah, sayur, ikan, ayam, tahu, keju, yoghurt dan produk susu lainnya. Anda juga dapat memberikan makanan bayi 11 bulan dalam bentuk finger food guna merangsang perkembangan motorik halus dan koordinasi bayi.

Agar makanan yang diberikan dapat lebih beragam, berikut inspirasi menu makanan bayi 11 bulan mulai dari sarapan pagi, makan siang, makan malam, hingga camilan sehat.

Menu sarapan

Menu sarapan yang bisa menjadi pilihan di antaranya

  • ¼ – ½ gelas sereal atau telur rebus.
  • ¼ – ½ gelas buah yang telah dipotong dadu.
  • 120 – 200 ml susu ASI atau susu formula.

Makan siang

Beberapa menu makanan bayi 11 bulan yang bisa diberikan di antaranya

  • Roti lapis berisi potongan keju parut (potong kecil-kecil agar bayi dapat mengonsumsinya dengan mudah).
  • Sup kaldu berisi sayuran lembut atau variasi isian lain seperti kacang tumbuk dan daging suwir.
  • 120 – 200 ml susu ASI atau susu formula.

Makan malam

Untuk makan malam, menu yang bisa diberikan di antaranya

  • Kentang tumbuk dengan taburan keju dan sayuran lunak
  • ½ gelas daging ayam atau tahu yang telah dipotong dadu.
  • ¼ cangkir buah.
  • 120 – 120 ml susu ASI atau susu formula.

Pada jeda sarapan ke makan siang atau jeda makan siang ke makan malam, Anda dapat memberikan camilan sehat. Camilan yang bisa diberikan di antaranya potongan keju, potongan sayur dengan tekstur yang lembut, biskuit atau biskuit bertekstur lembut, yoghurt dan potongan buah.

Salah satu perkembangan bayi yang sudah berusia 11 bulan adalah di antaranya sudah bisa makan dengan sendirinya menggunakan tangan dan sedang dalam proses belajar menggunakan sendok.

Anda bisa memberikan MPASI berupa cemilan pada bayi yang berusia 11 bulan di pagi dan sore hari, cemilan yang diberikan dapat berupa aneka finger foods seperti biskuit yang tidak mengandung garam, buah-buahan, ataupun sereal.

Di masa-masa ini, bayi sedang mengeksplorasi jenis-jenis makanan yang disukai dan tidak disukai. Hal yang lumrah bila Si Kecil menolak makanan yang disediakan, terkadang orang tua perlu memberikan makanan yang sama sebanyak 8 sampai 12 kali sebelum akhirnya bayi mulai menyukai makanan tersebut.

Saat ingin memperkenalkan jenis makanan yang baru, tunggulah sekitar tiga sampai lima hari sebelum memberikan jenis makanan baru. Apabila ragu, Anda bisa langsung membeli makanan bayi 11 bulan dalam toples yang bisa diperoleh dari supermarket. Namun, akan lebih baik jika Anda memasak sendiri makanan untuk bayi Anda.

Popok Bayi Baru Lahir Bikin Kulit Lecet? Lakukan Hal Ini

Popok Bayi Baru Lahir Bikin Kulit Lecet? Lakukan Hal Ini

Kulit bayi yang baru lahir begitu sensitif dan mudah terluka, terutama pada daerah yang sering terkena popok.  Penggunaan popok bayi baru lahir bisa membuat kulit mereka sangat cepat menjadi merah dan iritasi karena ruam popok yang menyebabkan luka hingga sakit dalam waktu cukup lama. Jika ini masalahnya, Anda mungkin perlu menggunakan perawatan secara cepat dan berkala untuk dapat menyembuhkannya. 

Penyebab ruam akibat penggunaan popok bayi baru lahir

Ruam popok paling sering disebabkan oleh satu atau lebih penyebab seperti berikut.

Alergi akibat popok bayi baru lahir

Kulit bayi bisa mengalami iritasi karena parfum, sabun, karet atau pewarna pada popok. Bayi baru lahir mungkin juga alergi terhadap pakaian, tisu, atau sabun bayi. Jika Anda baru saja berganti merek atau mencoba produk baru dan melihat kulit teriritasi, bayi Anda mungkin mengalami reaksi alergi.

Penggunaan antibiotik

Jika bayi Anda mengonsumsi antibiotik, ini dapat membunuh bakteri “baik” dan juga bakteri berbahaya. Akibatnya, ragi bisa mulai tumbuh secara berlebihan. Jika Anda menyusui dan mengonsumsi antibiotik, bayi juga berisiko lebih besar mengalami ruam popok.

Infeksi

Ruam popok yang tidak kunjung sembuh seringkali disebabkan oleh infeksi jamur. Area pemakaian popok adalah area yang hangat dan lembap, sehingga secara alami dapat lebih mudah menarik jamur penyebab infeksi. Jamur candida albicans (istilah medis untuk ragi) adalah penyebab umum ruam popok. Jamur ini akan menyebabkan kulit tampak memerah dengan bintik-bintik merah atau benjolan di tepinya.

Area popok terlalu lembap

Kelembaban, kebasahan, dan keasaman dari urine dan kotoran juga bisa menyebabkan ruam popok. Hal ini terutama terjadi jika bayi Anda mengalami diare yang membuat popoknya sering basah dan kotor.

Ruam popok bisa membuat bayi Anda semakin sensitif terhadap penggantian merek popok. Bayi mungkin menjadi rewel dan menangis saat Anda membersihkan kulitnya, karena terasa sakit dan nyeri.

Cara mengatasi ruam akibat penggunaan popok bayi baru lahir

Perawatan umum untuk ruam popok termasuk menjaga pantat bayi tetap bersih dan sekering mungkin, dengan tips berikut.

  • Mengganti popok jika ada tanda basah.
  • Membersihkan area dengan waslap lembut.
  • Membiarkan kulit mengering dengan sendirinya.
  • Mengoleskan krim popok yang mengandung zinc oxide.

Akan tetapi, jika perawatan ini tidak berhasil dengan baik, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter anak. Mereka mungkin akan meresepkan salep topikal yang aman untuk mengatasi ruam akibat penggunaan popok bayi. Dokter anak Anda akan memeriksa area tersebut untuk menentukan apakah tampak bersifat jamur atau bakteri. Jika perlu, dokter mungkin mengambil sampel kulit untuk menentukan penyebab pastinya.

Krim yang dapat menyembuhkan ruam popok

  • Krim hidrokortison
  • Krim anti jamur
  • Antibiotik topikal

Jika infeksi bersifat bakteri, dokter mungkin juga meresepkan antibiotik oral. Akan tetapi Anda tidak boleh mengoleskan hidrokortison yang dijual bebas atau antibiotik topikal pada ruam popok bayi yang baru lahir. Gunakan obat resep atau dapatkan persetujuan dari dokter Anda sebelum menggunakan perawatan ini.

Anda juga harus menghindari produk yang bisa berbahaya atau berpotensi beracun bagi bayi, yang mengandung bahan-bahan seperti:

  • Benzokain
  • Kamper
  • Salisilat

Menggunakan salep obat yang tidak tepat untuk ruam popok bayi yang baru lahir dapat lebih berbahaya daripada membantu.