Berapakah Lama Pendarahan Setelah Keguguran Tanpa Kuret?

Risiko keguguran dapat terjadi pada setiap kehamilan. Salah satu penanganan yang umumnya dilakukan adalah kuretase. Namun, keguguran tanpa kuretase atau kuret juga dapat dilakukan untuk beberapa kondisi tertentu. Lama pendarahan setelah keguguran tanpa kuret berbeda – beda bagi setiap perempuan. 

Salah satu perbedaan darah haid dan darah keguguran adalah dari durasinya

Terdapat beragam penyebab keguguran, mulai dari kelainan kromosom yang mengakibatkan pertumbuhan janin terhenti, paparan racun, infeksi atau penyakit tertentu, kelainan fisik atau berat badan berlebih pada ibu hamil, hingga usia yang terlalu muda atau tua saat hamil.

Ibu hamil terkadang tidak menyadari jika dirinya mengalami keguguran. Namun, sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa menandakan keguguran, di antaranya seperti ini.

  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Muncul flek (bercak darah) atau jaringan yang keluar dari vagina
  • Nyeri perut yang terasa seperti kram
  • Perdarahan vagina
  • Demam
  • Tubuh terasa lemas

Jika muncul tanda-tanda keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG untuk memastikan kondisi ibu hamil. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan ibu hamil memang mengalami keguguran, maka dokter akan melakukan tindakan kuretase atau kuret. Namun tidak semua keguguran harus ditangani dengan tindakan kuret.

Keguguran tanpa kuret hanya diperbolehkan jika seluruh isi kandungan sudah keluar dan tidak ada jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim. Keguguran yang seperti ini dikenal dengan istilah medis abortus komplit.

Umumnya, ketika usia kehamilan masih kurang dari 10 minggu, jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim akan keluar secara alami dalam waktu 1 atau 2 minggu. Proses ini juga dapat dibantu dengan pemberian obat-obatan oleh dokter, bila dirasa perlu.

Setelah mengalami keguguran dengan tindakan kuretase atau kuret, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan agar kondisi cepat membaik. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah menjalani kuret.

  1. Istirahat yang cukup

Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas berat setidaknya 24 jam setelah menjalani kuretase, walau sebagian besar wanita memang dapat langsung kembali beraktivitas dalam beberapa hari. Namun, hal yang perlu Anda ingat, hindari melakukan kegiatan yang membuat Anda terlalu lelah.

  1. Konsumsi obat pereda nyeri

Anda mungkin akan mengalami kram perut dan pendarahan ringan selama beberapa hari hingga 2 minggu setelah menjalani prosedur kuret. Biasanya, dokter akan memberikan obat seperti ibuprofen, untuk membantu meredakan rasa nyeri yang muncul.

  1. Hindari berhubungan seksual

Setelah menjalani kuretase, Anda dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual setidaknya selama 2 minggu hingga pendarahan selesai. Anda juga tidak disarankan memasukkan benda apapun ke dalam vagina, misalnya sex toys atau menstrual cup.

  1. Hindari penggunaan tampon

Penggunaan tampon juga tidak disarankan hingga Anda kembali mengalami masa menstruasi. Biasanya, menstruasi akan dialami kembali dalam waktu 2–6 minggu setelah prosedur kuret dilakukan.

Selain melakukan beberapa langkah perawatan di atas, Anda juga perlu waspada bila mengalami beberapa gejala berikut ini.

  • Perdarahan berlangsung lebih dari 2 minggu atau pendarahan sangat banyak
  • Kram perut lebih dari 2 minggu
  • Tubuh terasa sangat lemas atau pusing
  • Demam
  • Keluarnya cairan vagina yang berbau busuk

Jika terdapat gejala-gejala di atas, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. 

Jadi, lama pendarahan setelah keguguran tanpa kuret atau secara alami berbeda – beda. Namun, umumnya pendarahan terjadi sekitar 1 hingga 2 minggu. Jika setelah melewati masa itu tetap terjadi pendarahan, segera periksa ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *