Air Mani: Perbedaan Aroma dan Pengaruhnya untuk Kesehatan

Air mani tidak selalu memiliki aroma yang sama. Aroma dari air mani dapat dipengaruhi oleh banyak hal seperti diet, kebersihan, dan aktivitas seksual. Makanan tertentu dapat membuat air mani menjadi beraroma manis. Selain itu, makanan atau minuman zat asam juga bisa membuat semen Anda berbau busuk. Beberapa infeksi dan kondisi juga dapat memengaruhi baunya.

Aroma Air Mani Seperti Ikan atau Telur Busuk

Air mani yang memiliki aroma amis, busuk, atau berbau busuk bukanlah hal yang normal. Makan makanan tertentu seperti asparagus, daging, dan bawang putih atau minum banyak kafein atau alkohol juga dapat membuat air mani Anda memiliki aroma yang menyengat. Oleh karena itu, cobalah membatasi konsumsi makanan ini untuk mengetahui apakah bau semen Anda kembali normal setelah beberapa hari. Jika demikian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Jika baunya tetap ada, maka aroma itu bisa menjadi tanda terjadinya infeksi menular seksual (IMS) atau kondisi lain yang mendasarinya, seperti:

  • Trikomoniasis. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa gatal dan terbakar, serta keluarnya cairan penis yang berbau.
  • Gonorrhea. Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan rasa terbakar saat buang air kecil, pembengkakan testis, dan keluarnya cairan penis berwarna putih, hijau, atau kuning.
  • Prostatitis. Prostatitis adalah peradangan kelenjar prostat yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya antara lain nyeri saat buang air kecil, urin keruh atau berdarah, nyeri saat ejakulasi, atau sering buang air kecil lebih dari biasanya.

Hal-hal yang Memengaruhi Bau atau Aroma Air Mani

Banyak faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan kimiawi tubuh Anda, serta konsentrasi bakteri dan zat lain yang bercampur dengan semen dan mengubah aromanya. Berikut beberapa hal yang dapat memengaruhi aroma semen.

Penyunatan

Jika Anda tidak disunat, konsentrasi keringat, minyak kulit, sel kulit mati, bakteri, dan smegma di bawah kulup Anda semuanya dapat bercampur dengan semen Anda saat ejakulasi.

Jika Anda disunat, keringat dan minyak masih dapat memengaruhi aroma Anda, tetapi biasanya tidak menumpuk terlalu banyak. Hak itu karena tidak ada yang menjebak zat-zat tersebut di bawah kulit.

Keringat atau Urin Kering

Keringat dan air seni mengandung kadar natrium yang tinggi, zat basa. Natrium yang tertinggal di kulit setelah keringat atau urin mengering dapat membuat semen menjadi lebih berbau seperti pemutih atau klorin jika tercampur.

Keringat dan urin juga mengandung banyak zat lain yang dapat bereaksi dengan zat basa dalam air mani, seperti klorida, kalium, dan magnesium yang semuanya dapat mengubah aromanya.

Diet

Apa yang Anda makan dan minum mengandung bahan kimia, nutrisi, dan zat lain yang dapat bercampur dengan semen.

Beberapa makanan atau minuman dianggap dapat membuat bau (dan rasa) menjadi lebih manis, termasuk:

  • buah-buahan, seperti nanas, jeruk, dan pepaya
  • beberapa sayuran, seperti brokoli, seledri, dan rumput gandum
  • rempah-rempah “manis”, seperti pala dan kayu manis.

Beberapa yang dianggap membuat air mani Anda menjadi lebih pahit, antara lain:

  • kafein
  • minuman beralkohol
  • kubis
  • asparagus
  • sayuran berdaun hijau, seperti bayam
  • daging
  • susu dan produk susu lainnya.

Beberapa makanan ini sehat, jadi jangan berhenti memakannya sama sekali jika Anda khawatir dengan aroma air mani Anda. Anda selalu dapat menambahkan lebih banyak buah dan rempah-rempah untuk mencoba menjaga keseimbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *